Manajemen Diri

Menulis Hal-Hal Kecil

Bukan bermaksud membuat pesimis kawan-kawan yang hendak menulis. Tidak. Tapi kita perlu berpikir bahwa orang yang mahir menulis hal-hal besar, besar kemungkinan pernah menulis hal-hal kecil, atau memang terbiasa menulis hal-hal kecil. Sebabnya, keterampilan manusia biasanya berjenjang: dari yang ringan terlebih dahulu, yang sedikit berat, dan berat, plus sangat berat. Hal ini wajar, karena memang manusia terbiasa melakukannya dengan cara “berurutan”, dari mudah ke sulit. Bukan sebaliknya.
Selanjutnya...
 

Ramadhan is Back, Kembali ke titik Nol……!!!!!!

“Siapa yang memulai tanpa persiapan, maka ia akan pulang dengan kehinaan”.

Suara bel tanda istirahat dari kelas Anti menghamburkan murid-murid sekolahnya menyerbu kantin. Namun, ini hanya akan berlangsung sampai minggu depan, karena setelahnya adalah bulan Ramadhan yang akan membuat waktu istirahat diisi tanpa mengisi perut. Buku evaluasi kegiatan Ramadhan pun sudah dibagikan. Ramadhan bukan hal yang baru bagi Anti dan teman lainnya. Dengan warisan keislaman dari mayoritas murid, pengalaman ber-Ramadhan menjadi hal yang bukan luar biasa. Pertanyaannya, apakah Ramadhan Anti akan berbeda dan bermakna…??

 

Selanjutnya...
 

canda dan humor

Hidup terasa hambar dan datar tanpa humor dan canda bagaikan masakan tanpa garam. Namun hanya dalam kadar kuantitas, kualitas dan penyajian tertentu akan menjadi penyedap kehidupan. Suatu kali Imam Al Ghazali melontarkan 6 pertanyaan kepada murid-muridnya yang hadir dalam majelis ta’limnya. Salah satunya adalah: Benda apa yang paling tajam di dunia ini?. Beragam jawaban muncul dari murid-murid beliau. Pisau, silet, sampai pedang. Imam Al Ghazali menanggapi jawaban murid-muridnya tersebut. “Betul, semua benda yang kalian sebutkan itu tajam. Tapi ada yang lebih tajam dari itu semua. Yaitu LIDAH”.

Meskipun lidah tidak bertulang, namun memang lidah bisa lebih tajam dari apapun, karena dia bisa ‘merobek’ hati. Bahkan kadang lidah bisa membuat lubang menganga di hati lawan bicara yang mungkin perlu waktu lama untuk mengembalikannya ke kondisi semula.

Dalam keseharian, kewajiban menjaga lidah ini tidak saja harus kita laksanakan baik di kala sedang bicara serius ataupun di kala bercanda. Point terakhir ini seringkali membuat kita tidak sadar telah melukai hati teman kita. Kata-kata yang kita maksudkan sebagai candaan, seringkali menusuk hati teman kita, bisa karena bercanda yang keterlaluan, bercanda di saat yang tidak tepat, dan sebagainya. Karena di saat bercanda, seringkali kita tidak memperhatikan bagaimana mood teman kita itu yang sebenarnya.

Memang bercanda kadang diperlukan untuk memecahkan kebekuan suasana sebagaimana yang dikatakan Said bin Al-’Ash kepada anaknya. “Kurang bercanda dapat membuat orang yang ramah berpaling darimu. Sahabat-sahabat pun akan menjauhimu.” Namun canda juga bisa berdampak negatif, yaitu apabila canda dilakukan melampaui batas dan keluar dari ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Canda yang berlebihan juga dapat mematikan hati, mengurangi wibawa, dan dapat menimbulkan rasa dengki.

Allah Swt. berfirman, Artinya: “Dan sesungguhnya Dia-lah yang membuat orang tertawa dan menangis” (QS An-Najm: 43).

Menurut Ibnu ‘Abbas, berdasarkan ayat ini, canda dengan sesuatu yang baik adalah mubah (boleh). Rasulullah Saw. pun sesekali juga bercanda, tetapi Rasulullah Saw. tidak pernah berkata kecuali yang benar. Imam Ibnu Hajar al-Asqalany menjelaskan ayat di atas bahwa Allah Swt. telah menciptakan dalam diri manusia tertawa dan menangis. Karena itu silakanlah Anda tertawa dan menangis, namun tawa dan tangis kita harus sesuai dengan aturan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Saw.

Mungkin sebagian orang merasa aneh dengan pernyataan tersebut dan mencoba mengingkarinya, seperti yang pernah terjadi pada seseorang yang mendatangi Sufyan bin ‘Uyainah Rahimahullah. Orang itu berkata kepada Sufyan, “Canda adalah suatu keaiban (sesuatu yang harus diingkari).” Mendengar pernyataan itu Sufyan berkata, “Tidak demikian, justru canda sunnah hukumnya bagi orang yang membaguskan candanya dan menempatkan canda sesuai dengan situasi dan kondisi.”

Berikut ini adalah kaidah fiqih terkait canda dan humor sebagai panduan agar canda dan humor bernilai dan berdampak positif dan tidak justru berdampak dan bernilai negatif seperti menimbulkan luka hati atau ketersinggungan orang lain.

1. Tidak menjadikan simbol-simbol Islam (tauhid, risalah, wahyu dan dien) sebagai bahan gurauan. Firman Allah: “Dan jika kamu tanyakan mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (QS. at-Taubah:65)

2. Jangan menjadikan kebohongan dan mengada-ada sebagai alat untuk menjadikan orang lain tertawa, seperti April Mop di masa sekarang ini. Sabda Rasulullah saw: “Celakalah bagi orang yang berkata dengan berdusta untuk menjadikan orang lain tertawa. Celaka dia, celaka dia.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan Hakim)

3. Jangan mengandung penghinaan, meremehkan dan merendahkan orang lain, kecuali yang bersangkutan mengizinkannya. Firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan); dan jangan pula wanita mengolok-olokkan wanita-wanita lain., karena boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan); dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan jangan pula kamu panggil-memanggil dengan gelar yang buruk. Seburuk-buruk gelar ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman..” (QS. al-Hujurat:11) “Cukuplah keburukan bagi seseorang yang menghina saudaranya sesama muslim.” (HR. Muslim)

4. Tidak boleh menimbulkan kesedihan dan ketakutan terhadap orang muslim. Sabda Nabi saw: “Tidak halal bagi seseorang menakut-nakuti sesama muslim lainnya.” (HR. ath-thabrani) “Janganlah salah seorang di antara kamu mengambil barang saudaranya, baik dengan maksud bermain-main maupun bersungguh-sungguh.” (HR. Tirmidzi)

5. Jangan bergurau untuk urusan yang serius dan jangan tertawa dalam urusan yang seharusnya menangis. Tiap-tiap sesuatu ada tempatnya, tiap-tiap kondisi ada (cara dan macam) perkataannya sendiri. Allah mencela orang-orang musyrik yang tertawa ketika mendengarkan al-Qur’an padahal seharusnya mereka menangis, lalu firman-Nya: “Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu menertawakan dan tidak menangis. Sedang kamu melengahkannya.” (QS. an-Najm:59-61). Hendaklah gurauan itu dalam batas-batas yang diterima akal, sederhana dan seimbang, dapat diterima oleh fitrah yang sehat, diridhai akal yang lurus dan cocok dengan tata kehidupan masyarakat yang positif dan kreatif.

6. Islam tidak menyukai sifat berlebihan dan keterlaluan dalam segala hal, meskipun dalam urusan ibadah sekalipun. Dalam hal hiburan ini Rasulullah memberikan batasan dalam sabdanya; “Janganlah kamu banyak tertawa, karena banyak tertawa itu dapat mematikan hati.” (HR. Tirmidzi). “Berilah humor dalam perkataan dengan ukuran seperti Anda memberi garam dalam makanan.” (Ali ra.). “Sederhanalah engkau dalam bergurau, karena berlebihan dalam bergurau itu dapat menghilangkan harga diri dan menyebabkan orang-orang bodoh berani kepadamu, tetapi meninggalkan bergurau akan menjadikan kakunya persahabatan dan sepinya pergaulan.” (Sa’id bin Ash).

Humor dan Canda Rasulullah SAW

Beberapa riwayat humor dan canda Rasulullah saw. berikut semoga dapat menjadi inspirasi humor yang sehat, cerdas, positif dan menyegarkan.

Seseorang sahabat mendatangi Rasulullah SAw, dan dia meminta agar Rasulullah SAW membantunya mencari unta untuk memindahkan barang-barangnya. Rasulullah berkata: “Kalau begitu kamu pindahkan barang-barangmu itu ke anak unta di seberang sana”. Sahabat bingung bagaimana mungkin seekor anak unta dapat memikul beban yang berat. “Ya Rasulullah, apakah tidak ada unta dewasa yang sekiranya sanggup memikul barang-barang ku ini?” Rasulullah menjawab, “Aku tidak bilang anak unta itu masih kecil, yang jelas dia adalah anak unta. Tidak mungkin seekor anak unta lahir dari ibu selain unta” Sahabat tersenyum dan dia-pun mengerti canda Rasulullah. (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud dan At Tirmidzi. Sanad sahih)

Seorang perempuan tua bertanya pada Rasulullah: “Ya Utusan Allah, apakah perempuan tua seperti aku layak masuk surga?” Rasulullah menjawab: “Ya Ummi, sesungguhnya di surga tidak ada perempuan tua”. Perempuan itu menangis mengingat nasibnya Kemudian Rasulullah mengutip salah satu firman Allah di surat Al Waaqi’ah ayat 35-37 “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya”. (Riwayat At Tirmidzi, hadits hasan)

Seorang sahabat bernama Zahir, dia agak lemah daya pikirannya. Namun Rasulullah mencintainya, begitu juga Zahir. Zahir ini sering menyendiri menghabiskan hari-harinya di gurun pasir. Sehingga, kata Rasulullah, “Zahir ini adalah lelaki padang pasir, dan kita semua tinggal di kotanya”. Suatu hari ketika Rasulullah sedang ke pasar, dia melihat Zahir sedang berdiri melihat barang-barang dagangan. Tiba-tiba Rasulullah memeluk Zahir dari belakang dengan erat. Zahir: “Heii……siapa ini?? lepaskan aku!!!”, Zahir memberontak dan menoleh ke belakang, ternyata yang memeluknya Rasulullah. Zahir-pun segera menyandarkan tubuhnya dan lebih mengeratkan pelukan Rasulullah. Rasulullah berkata: “Wahai umat manusia, siapa yang mau membeli budak ini??” Zahir: “Ya Rasulullah, aku ini tidak bernilai di pandangan mereka” Rasulullah: “Tapi di pandangan Allah, engkau sungguh bernilai Zahir. Mau dibeli Allah atau dibeli manusia?” Zahir pun makin mengeratkan tubuhnya dan merasa damai di pelukan Rasulullah. (Riwayat Imam Ahmad dari Anas ra)

Suatu ketika, Rasulullah saw dan para sahabat ra sedang ifthor. Hidangan pembuka puasa dengan kurma dan air putih. Dalam suasana hangat itu, Ali bin Abi Tholib ra timbul isengnya. Ali ra mengumpulkan kulit kurma-nya dan diletakkan di tempat kulit kurma Rasulullah saw. Kemudian Ali ra dengan tersipu-sipu mengatakan kalau Rasulullah saw sepertinya sangat lapar dengan adanya kulit kurma yang lebih banyak. Rasulullah saw yang sudah mengetahui keisengan Ali ra segera “membalas” Ali ra dengan mengatakan kalau yang lebih lapar sebenarnya siapa? (antara Rasulullah saw dan Ali ra). Sedangkan tumpukan kurma milik Ali ra sendiri tak bersisa. (HR. Bukhori, dhoif)

Aisyah RA berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan, saat itu tubuhku masih ramping. Beliau lalu berkata kepada para sahabat beliau, ”Silakan kalian berjalan duluan!” Para sahabat pun berjalan duluan semua, kemudian beliau berkata kepadaku, “Marilah kita berlomba.” Aku pun menyambut ajakan beliau dan ternyata aku dapat mendahului beliau dalam berlari. Beberapa waktu setelah kejadian itu dalam sebuah riwayat disebutkan:”Beliau lama tidak mengajakku bepergian sampai tubuhku gemuk dan aku lupa akan kejadian itu.”-suatu ketika aku bepergian lagi bersama beliau. Beliau pun berkata kepada para sahabatnya. “Silakan kalian berjalan duluan.” Para sahabat pun kemudian berjalan lebih dulu. kemudian beliau berkata kepadaku, “Marilah kita berlomba.” Saat itu aku sudah lupa terhadap kemenanganku pada waktu yang lalu dan kini badanku sudah gemuk. Aku berkata, “Bagaimana aku dapat mendahului engkau, wahai Rasulullah, sedangkan keadaanku seperti ini?” Beliau berkata, “Marilah kita mulai.” Aku pun melayani ajakan berlomba dan ternyata beliau mendahului aku. Beliau tertawa seraya berkata, ” Ini untuk menebus kekalahanku dalam lomba yang dulu.” (HR Ahmad dan Abi Dawud)

Rasulullah SAW juga pernah bersabda kepada ‘Asiyah, “Aku tahu saat kamu senang kepadaku dan saat kamu marah kepadaku.” Aisyah bertanya, “Dari mana engkau mengetahuinya?” Beliau menjawab, ” Kalau engkau sedang senang kepadaku, engkau akan mengatakan dalam sumpahmu “Tidak demi Tuhan Muhammad” Akan tetapi jika engkau sedang marah, engkau akan bersumpah, “Tidak demi Tuhan Ibrahim!”. Aisyah pun menjawab, “Benar, tapi demi Allah, wahai Rasulullah, aku tidak akan meninggalkan, kecuali namamu saja” (HR Bukhari dan Muslim) Wallahu’alam Bisshawab. Wabillahit Taufiq Wal Hidayah.

dakwatuna.com

 

Pelajar VS Pembelajar

”Pengetahuan terbesar terutama kudapat dari sekolahku, bukan karena sekolahku Center of Excellence, tapi ia adalah sebuah universitas kehidupan. Di sekolah ini aku memahami arti keikhlasan, perjuangan, dan integritas”(”Laskar Pelangi”, Andrea Hirata)

Sebuah pengakuan seorang tokoh ikal dalam novel Laskar Pelangi ini penting untuk kita renungkan.Bagaimana  sebuah sekolah miskin di udik daerah terpencil sebuah pulau kecil Belitung mampu menjadi sumber ilmu, motivasi dan merubah hidupnya.

Hi ABG’ers, moga rahmat dan kasih sayang Allah selalu untuk kamoe-kamoe semua.
Obrolan kita sekarang bukan tentang salah satu partai pertandingan piala Euro yang lagi heboh lho. Tau gak’ kenapa Maincourse Mini_Magz (MM) ABG kesayanganmu (ciee..) selalu ngomongin remaja pelajar atau pendidikan terus? (sudah beli edisi sebelumnya?makanya jangan pinjam mulu  Smile). Karena pendidikan dan karakter para objek pendidikan yaitu pelajar mesti terus ditingkatkan kualitasnya. Dan untuk itulah MM ABG ada di tangan kamu.

Guys, apa jawaban kamoe klo’ ditanya adik kecil yang mo’ mulai sekolah kita tentang sekolah dan tahapannya. Pasti kamu jawabnya ”abis Tk SD, abis SD SMP, abis SMP SMA, abis SMA kuliah”, ”kok banyak banget gak’ ada abisnya ya kak??..” mungkin itulah celetuk si kecil pusing mendengar panjangnya proses di bangku sekolah.

Yupz ABG’ers, pada kesempatan edisi ini kita akan sama-sama berkaca dan merenung sejenak tentang perjalanan kita selama berstatus sebagai PELAJAR. Dari mulai TK sampe’ segede gini pake’  putih abu-abu. Klo’ TK kita dua tahun (lama amat, apa karena gagal tes masuk TK kale’ ya He.he.he) sampe lulus kuliah maka pendidikan formal kita akan makan waktu hampir 20 tahun. Duh, tua di sekolahan dech.. lucunya klo’ bapak ataw ibu kita ditanya tentang pelajaran anak SMP, pasti jawabannya ”duh, pelajaran ibu dulu gak’ gitu dech, susah amat ya pelajaran anak sekarang... ”Smile). Nah lho, trus, kemana ilmu puluhan taon nempel di bangku kayu keras sekolahan..??. Itulah kesadaran yang perlu sama-sama kita bangun sobat Jadilah kita seorang PEMBELAJAR berbeda apabila kita cuma sekedar jadi pelajar yang mungkin perginya kita tiap hari  kesekolah, tiap taon kenaikan kelas atau berganti warna seragam kita lalui hanya sebatas sebuah siklus hidup tanpa makna. Dan sampe’ saatnya kita tidak lagi mengecap pendidikan formal ilmu itu menguap hilang entah kemana dengan prinsip ”klo dulu gak’ tau, sekarang lupa” (cucian dech kita...).
 
Selanjutnya...
 

Super School Super Students

Yo..yo..yo.. here we go again ABG’ers. Main course selalu menghidangkan menu spesial buat kamoe2 pade’ yang juga spesial. Kali ini kita mo’ ngobrol tentang pendidikan, kan bulan Mei pasti kamoe bakalan sering “sunbathing” dengan banyak upacara yang salah satunya upacara di hari pendidikan nasional. Kapan..??? Ya pinter, tanggal 2 mei. Nah, meneropong pendidikan di Indonesia wabil khusus di sekitar kita, tempat duduk kita , sekolah kita. Pasti kita pegen’ tau model pendidikan kita udah tepatkah, efektifkah. But, kita bukan mo’ jadi komentator doank yang cuma pinter jadi tukang kritik n’ ngeliat sisi negatifnya mulu tapi kita akan objektif ’nyikapin sesuatu dengan ’ngasih solusi dan ide-ide biar melalui pendidikan yang ok dan berkualitas, negeri kita tercinta Indonesia raya akan berjaya. Merdeka...!!!

Ngomongin tentang sekolah, sebelum masukkin anaknya ke sekolah, pertimbangan ortu kita  nggak cuma mikirin biaya sekolah aja, tapi juga kualitas pendidikan yang dihasilkan sekolah yang bersangkutan. Pastinya,  setiap ortu pengen anaknya pinter, bermoral dan berbudi pekerti luhur n’ gak gagap teknologi. Sayangnya, lumayan susah nyari sekolah yang mampu menghasilkan produk pelajar yang memenuhi semua kriteria diatas. Trus, sebenernya kayak apa sich sekolah yang dibilang super school yang bisa mencetak super sudents itu. Sekolah kamoe masuk kriteria ‘gak yah.? Yukz mari kita selidiki.

Selanjutnya...
 
Halaman 1 dari 3

 

Ngobrol Disini!

Latest Message: 2 days, 12 hours ago
  • unknown : Assalamu'alaikum Wr Wb. di jawab dong salamnya... Kan wajib....
  • bima : heuleuh kenapa ituh ga bisa komen di tulisannya
  • Hanif : Allahu Akbar
  • median nugra : Salam Sukses dan Super buat kita semua...Dahsyat...Allah ya Karim
  • agung : SEMANGAT
  • agung : SEMANGAT
  • unknown : Takbiru!!!!!!!!!!!!! Selamat menunaikan ibadah puasa....
  • pres pelangi : To: All crew. Diagendakan y tgl 31 Agustus 2010 pkl 13-selesai u/ LPJ pelangi dan iftor jama'i di rmh ibu Bendahara Pelangi.
  • ja\'fad : allohu akbar..................................................
  • panitia : jangan,, ga usah ya..
Arsip


Dari Lampung untuk Palestine

Dari Lampung untuk Palestine Forum Kerja Alumni Rohis (FKAR) Lampung menyelenggarakan perhelatan akbar, Grand Launching AMAR (Anggota Muda Rohis) untuk pelajar di Propinsi Lampung pada hari minggu, 8 Agustus 2010. Sebanyak 1400 pelajar dan puluhan d... Selanjutnya...
More:

ROHIS EXCELLENT PROJECT

Langit mendung dan hujan mengguyur, membasahi tanah dan pepohonan, menutupi hangatnya mentari, namun mendung dan hujan itu tak mampu memadamkan aktivitas di Masjid Nurul Hidayah SMAN 2 Bandar Lampung. First Meeting Anggo...

Selanjutnya...
More:

Teknologi Sebutir Biji

Teknologi Sebutir Biji

Biji, secara kasat mata, ia tak lebih dari butiran-butiran keras. Jika enak dimakan, maka ia akan dikonsumsi manusia. Jika tidak enak dimakan, ia akan dicampakan.
Namun dibalik kesederhanaan sebutir biji, ia menyimpan kea...

Selanjutnya...
More:

Propti, ajang perkenalan kampus

Propti, ajang perkenalan kampus

Propti (Program Orientasi Perguruan Tinggi) mahasiswa baru Universitas Lampung angkatan 2010/2011 dimulai sejak Selasa, 24 Agustus 2010. Sebelumnya Senin, 23 Agustus 2010, para mahasiswa baru sudah di kumpulkan di GSG U...

Selanjutnya...
More: