satu lelaki di hati 2

Lelaki dihatiku ini sangat istimewa. Tapi, beberapa waktu yang lalu, aku tertegun menatapnya. Aku berkesempatan melihatnya begitu dekat, sedekat hati kami, sedekat do’ a kami dan sedekat jiwa kami. Kini satu lelaki dihatiku ini telah terlihat dengan jelas guratan lelah diwajahnya, terlihat putih dan abu-abu dikepalanya, tapi ia tetap gagah dengan badannya yang tinggi, berkulit putih dan berambut gelombang. Hanya aku dan adikku yang bungsu mengambil postur badannya yang tinggi, sedangkan kulitnya yang putih dijadikan warisan berharga oleh adikku yang kedua. Iya, benar, ia telah renta, tapi wajahnya tetap tidak sanggup aku katakan bahwa ia telah renta, karena sinarannya tak mampu aku tandingi. Aku jadi teringat ketika aku dan adikku masih disekolah menengah umum. Jarangnya kami bertemu, hanya diwaktu tertentu saja menyebabkan orang-orang tak pernah melihat kami berjalan bersama. Sebuah kejadian ketika aku berjalan dengannya, tepat berdiri disampingnya membuat semua teman-teman SMU ku berkata lain diwajah mereka, mereka pikir itu adalah kekasihku (pacar…. apa itu? Aku tidak pernah memilikinya dan tidak ingin). Aku cukup tersenyum dan mengatakan, ia bukan sekedar kekasihku tapi ia benar-benar pujaan hatiku. Berlaku sama ketika adikku bersama lelaki itu mengambil raport kenaikan kelasnya, yang ada adikku heboh bercerita bahwa lelaki itu dipikir seorang kekasih. Saat itu, adikku bercerita dengan bangganya, karena ia jadi terlepas dari kejaran lelaki-lelaki iseng disekolahnya.

Satu lelaki ini adalah tetaplah teristimewa. Walaupun pernah aku merasa kehilangan, karena kelalaian dan kemarahanku yang luar biasa. Aku bukanlah orang yang mudah marah, aku lebih banyak memperhatikan, mencermati, kalaupun berkomentar aku berusaha untuk tidak menyakiti dengan kata-kata yang aku keluarkan, karena kata-kata itu adalah do’a, itu yang aku pahami, sekalipun itu bercanda. Maka aku tidak pernah menanggapi candaan, cukup senyum, tertawa dan komentar seperlunya, apalagi tentang pernikahan (karena pernikahan bukan candaan dan omongan kosong, ini adalah hidup untuk dunia dan akhirat). Aku begitu jelas mengingat kemarahanku pada lelaki ini. Sangat lama aku tidak mau mengangkat deringan spesial di Hpku, padahal aku kangen dan jujur, aku rindu. Sehingga begitu pahamnya lelaki ini, ia tetap menelponku, walau tidak diangkat. Aku hanya ingin mendiamkan saja saat itu. Hingga disuatu waktu, seorang Bunda mengajakku berbicara dan menangis didepanku hanya untuk bertanya, “Layakkah aku berlaku seperti itu, bukankan aku ada karena lelaki itu?”. Penjelasan panjang lebar Bunda itu tak mampu menahan runtuhan hujan dimataku. Aku tidak ingin menangis dihadapan Bunda itu. Tapi, bendungan sekuat apapun ketika berbicara dengan hati, maka runtuh dan hancurlah seketika. Padahal diantara kemarahanku itu aku senantiasa berdo’a untuknya, tapi kata Bunda, itu percuma karena sikapku yang nyata adalah mendiamkan. Aku pulang dan tersungkur dihadapanNya dan berpikir apa yang harus aku lakukan untuk memperbaiki semua. Ternyata tak cukup lama Allah telah mengabulkan, sangatlah mudah bagi Allah, cukup memberiku sakit dan sudah dipastikan, makhluk yang aku rindukan deringan telponnya adalah deringan spesial darinya, lelaki itu.

Sampai dengan sekarang, satu lelaki dihatiku ini tetap menjadikan aku bermakna dalam menata hidup ini. Kemarahan dan kekecewaan yang telah membuat aku tidak ingin mencintainya kembali musnah, karena aku terlalu cinta, terlalu sayang dan terlalu banyak mendo’akannya. Sehingga sosok lain yang aku temui di aktivitasku menjadi biasa karena ketika aku mengatakan, “adakah yang mampu menandinginya?” Dan aku tidak cukup berani menggantikan posisinya dihatiku, walau ia telah siap untuk itu. Yang ada, aku menjadikannya sebagai ukiran bening direlung hati yang sempat kehilangan akan dirinya. Kehilangan karena kemarahan dan kekecewaanku sendiri. Sungguh, jika ingin merubahnya maka aku akan kembali mengingat kebermaknaannya selama bersama menjadi sesuatu yang aku rindukan, walau hanya mendengar suaranya dalam pagi yang buta dan malam yang hening. Kekecewaanku terobati ketika aku melihat derasnya keringat yang telah ia tuangkan dalam aliran rezeki hingga seperti sekarangnya aku. Kemarahanku menjadi gunung es yang lebih dingin, karena do’a nya yang senantiasa dikabulkanNya.

Tak salah bila aku menjadikan ia sebagai sesuatu yang aku ukir dengan cantik dalam do’a, hingga rumah disurga menjadi sebuah rumah yang aku buat khusus untuknya, bermahligaikan do’a. Permintaanku agar keringatnya untukku menjadi aliran air surga yang menyejukkan dan menghapus kehausan hingga kesedihan, kebahagiaannya adalah bagian dari cintanya padaku. Karena ia lebih dari istimewa, lebih dari spesial, lebih dari lelaki manapun. Aku tidak ingin mengingat kesalahannya yang membuat aku kecewa. Karena Allah saja memaafkan, kenapa aku tidak. Karena lelaki itu adalah seseorang yang selalu aku panggil…..”Bapak”.

Dan kembali aku tersadar, kesukaanku pada dunia dan alat-alat elektronik, membaca apa saja dan kediamanku adalah darimu. Dan bersamamu aku menyadari sebuah kenyataan, bahwa aku pun akan renta hingga aku ingin menjadi sesuatu yang lebih berharga dari duniaNya dan aku tahu, semua mencintaimu. Aku cukup memahami permintaanmu yang tergambar dari pertanyaanmu, karena aku dan engkau memiliki sesuatu yang sama, yang tak bisa mengungkapkan apa yang diinginkan.
Sungguh, saat ini aku merinduimu.

(Untuk para Bapak lain dimanapun berada, penuh cinta dan do’a untukmu. Untuk para calon suami dan calon bapak, mampukah menjadi sosok yang mampu mengisi relung hati wanita impiannya?)

sumber eramuslim.com 

 

 

Ngobrol Disini!

Latest Message: 2 days, 11 hours ago
  • unknown : Assalamu'alaikum Wr Wb. di jawab dong salamnya... Kan wajib....
  • bima : heuleuh kenapa ituh ga bisa komen di tulisannya
  • Hanif : Allahu Akbar
  • median nugra : Salam Sukses dan Super buat kita semua...Dahsyat...Allah ya Karim
  • agung : SEMANGAT
  • agung : SEMANGAT
  • unknown : Takbiru!!!!!!!!!!!!! Selamat menunaikan ibadah puasa....
  • pres pelangi : To: All crew. Diagendakan y tgl 31 Agustus 2010 pkl 13-selesai u/ LPJ pelangi dan iftor jama'i di rmh ibu Bendahara Pelangi.
  • ja\'fad : allohu akbar..................................................
  • panitia : jangan,, ga usah ya..
Arsip


Dari Lampung untuk Palestine

Dari Lampung untuk Palestine Forum Kerja Alumni Rohis (FKAR) Lampung menyelenggarakan perhelatan akbar, Grand Launching AMAR (Anggota Muda Rohis) untuk pelajar di Propinsi Lampung pada hari minggu, 8 Agustus 2010. Sebanyak 1400 pelajar dan puluhan d... Selanjutnya...
More:

ROHIS EXCELLENT PROJECT

Langit mendung dan hujan mengguyur, membasahi tanah dan pepohonan, menutupi hangatnya mentari, namun mendung dan hujan itu tak mampu memadamkan aktivitas di Masjid Nurul Hidayah SMAN 2 Bandar Lampung. First Meeting Anggo...

Selanjutnya...
More:

Teknologi Sebutir Biji

Teknologi Sebutir Biji

Biji, secara kasat mata, ia tak lebih dari butiran-butiran keras. Jika enak dimakan, maka ia akan dikonsumsi manusia. Jika tidak enak dimakan, ia akan dicampakan.
Namun dibalik kesederhanaan sebutir biji, ia menyimpan kea...

Selanjutnya...
More:

Propti, ajang perkenalan kampus

Propti, ajang perkenalan kampus

Propti (Program Orientasi Perguruan Tinggi) mahasiswa baru Universitas Lampung angkatan 2010/2011 dimulai sejak Selasa, 24 Agustus 2010. Sebelumnya Senin, 23 Agustus 2010, para mahasiswa baru sudah di kumpulkan di GSG U...

Selanjutnya...
More: